m-e-r-c-i!
dia bilang kata-kata itu, kata-kata yang nggak pernah gue kira bakal keluar dari mulut dia.
gue bengong. aduh, gimana yah?
kelas, 13 januari 2009.
gue cerita sama temen temen deket gue, geng cermin asuhan bu negara, kata mereka:
L: kalo kamunya nggak suka ya nggak usah aja bi, nyakitin dia kan?
D: terserah kata hati kamu bi, tapi setau aku dia suka kamunya udah lama.
M: eleug atuh biya, haha bodor. bilang iya aja.
K: it’s up to you love. kalo emang ga suka, nggak usah say.
W: ga usah aja bi kl g trlalu suka, lagian kalian lebih ky ade kakak-an tau. mending gitu aja.
F: oh iya bi? udah iya aja atuh.
D: wah kapan bi? kalo stengah-stengah perasaan kamu mah jangan biy.
A: kenapa bingung biyaa? aku sih dukung kata kamu aja.
V: ciye biya, anaknya teh yang mana bi?
rumah, 14 januari 2009.
gue smsan sama dia, masih dalam keadaan yang sama, cuma sedikit rada canggung.
ah. gue udah nganggp dia kayak sahabat gue sendiri, gue bahkan ga mau kalo sampe jauhan.
gue salah nggak sih sama sikap gue selama ini sama dia?
mobilnya kadek, 15 januari 2009.
kadek: so how? need some times to think bout it?
gue: yeah, more than some. i really don’t know what to do.
kadek: just say what you need to say.
gue: what?
kadek: anything. don’t make him hanged on you. what do you feel exactly?
gue: comme ci comme ca. i don’t really need that kind of stuff rite now.
kadek: so tell him.
rumah, 16 januari 2009.
okay, gue harus bilang sekarang.
gue cari dia di sekolah, engga ketemu. hilang.
gue telpon dia, nggak diangkat.
gue sms dia, nggak dibales.
akhirnya gue bilang sama dia, thanks but sorry.
nb: post ini gue tulis juga di facebook hehe berhubung gue nulis blog nya suka lama, jarang online maksud gue jadi gue tulis juga di facebook.
i’m so desperately looking for you .
merci .